fbpx

TAHUN 2018 - 2019

Inkubasi Bisnis Di Bidang Craft dan Batik - Innovating Jogja

Kementerian Perindustrian, Balai Besar Kerajinan & Batik

INNOVATING JOGJA merupakan kegiatan resmi dari Kementerian Perindustrian untuk para pelaku usaha di bidang kerajinan dan batik yang tersebar di Indonesia. Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) menjadi penanggung jawab program. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memacu para pengrajin, pembatik maupun pihak umum dalam melakukan innovasi yang dapat bermanfaat dan diaplikasikan di dunia usaha sebagai sebuah keunggulan yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi UMKM dan sekitar. 

Kegiatan yang diadakan setiap tahun ini telah melahirkan beberapa pelaku usaha dengan inovasi yang sudah mulai di kenal secara nasional.

Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal di Kulon Progo

Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) Chapter Yogyakarta

Yayasan Gugah Nurani Indonesia adalah salah satu Yayasan yang bekerjasama dengan Good Neighbors International dari Korea Selatan. Melihat potensi local yang ada di Kulon Progo, GNI akhirnya membuat kelompok usaha berbasis pengolahan jamu dan budi daya lele.

Maraknya kegiatan usaha berkelompok yang rawan konflik akibat pembagian kerja yang tidak seimbang dan pembagian hasil yang belum jelas membuat GNI bekerjasama dengan BHMTC melakukan pendampingan dengan 2 fokus kegiatan yakni pembenahan managemen kelompok serta Pembenahan Keuangan Kelompok Usaha.

Kegiatan ini menghasilkan 2 buku yang di tulis oleh BHMTC berdasarkan pengalaman di lapangan sebagai pedoman untuk kelompok usaha maju dan bergerak bersama ke depan

Inkubasi Bisnis Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY

OJK DIY, TPAKD, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

Kehadiran bandara baru Yogyakarta menjadi peluang sekaligus ancaman bagi para pelaku dunia usaha yang ada di Kulon Progo. Atas usulan dari OJK, TPAKD dan Bidang Ekonomi Pemkab Kulon Progo akhirnya dibuatlah sebuah program inkubasi dengan menunjuk BHMTC sebagai pelaksana. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan peningkatan performa pelaku usaha dalam waktu 6 bulan. Peserta yang terseleksi ikut dalam kegiatan ini sebanyak 10 orang dari total 150 pelaku usaha yang mendaftar. 

Di akhir kegiatan, setiap peserta yang mengikuti inkubasi mengalami performa yang jauh diatas standar indikator yang ditargetkan oleh stake holder. Seperti target omset yang menembus 47%, Penurunan cost hingga 24%, peningkatan profit mencapai 22%, penambahan tenaga kerja di angka 17% 

Pemberdayaan Kelompok Pembatik di 5 Kab/Kota di Provinsi DIY

OJK DIY, TPAKD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. DIY

Kegiatan ini adalah kegiatan yang dirancang oleh OJK dan TPAKD dengan melibatkan UMKM pembatik binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov DIY serta melibatkan BHMTC sebagai pelaksana.

Dilakukan pelatihan dan pendampingan di 5 kota kabupaten dengan total 5 kelompok UMKM Pembatik sejumlah 100 orang.

Pemberdayaan Pengrajin CUKLI di Lendang Re, Mataram, Lombok

Kementerian BUMN, Bank BRI Pusat, The Joedo Center

Salah satu kerajinan terkenal dari mataram lombok adalah cukli, sebuah kerajinan pahat memadukan pecahan kerang nautilus. Dalam perjalanannya, jumlah pengrajin cukli mengalami  kemunduran akibat kapitalisme pemodal besar yang menciptakan nilai cukli dari pengrajin tidak seimbang dengan nilai jual di pasar. 

BRI melalui teras BRI melakukan pemberdayaan sekaligus re-branding tentang cukli serta mendirikan sebuah kantor mini untuk pengelolaan pemasaran hasil kerajinan pengrajin. Dalam kegiatan ini, berhasil di buat sebuah buku tentang sejarah cukli dan mengungkap temuan bahwa kerajinan ini sudah ada sejak zaman kerajaan Ottoman mengingat motif dan jenis bahan yang sama terdapat di kerajaan turki tersebut. 

Program yang baru berjalan 3 bulan ini terhenti akibat adanya gempa bumi besar yang melanda Lombok di tahun 2018

Pendataan Managemen Usaha di 35 Desa Wisata Sleman, Yogyakarta

Dinas Pariwisata Kab. Sleman, DIY

Dalam rangka mematangkan internal kepengurusan desa wisata yang ada di Sleman, Dinas Pariwisata Kab. Sleman mengadakan penjurian desa wisata dari beberapa aspek yang melibatkan beberapa praktisi sebagai dewan juri. 

BHMTC ditunjuk sebagai juri yang menilai kematangan managerial pengelolaan dari desa wisata yang tersebar di Sleman. Dalam kegiatan ini pengelola diberikan kesempatan untuk melakukan konsultasi langsung kepada dewan juri terkait rencana ke depan.

Dari beberapa desa wisata yang dikunjungi, ada beberapa yang aktif melakukan konsultasi dan salah satu yang memberikan hasil paling signifikan adalah Desa Wisata Blue Lagoon yang setelah melakukan konsultasi, berhasil mendapatkan omset tahun sebelumnya dalam waktu 4 bulan pasca pendampingan bersama BHMTC.

TAHUN 2017

Optimalisasi RUMPROD Jagung, Perempuan di Tambolaka,NTT

Koalisi Perempuan Indonesia

Tambolaka adalah sebuah kota yang terletak di Sumba Barat Daya, NTT. Koalisi Perempuan Indonesia sebagai LSM yang memfokuskan diri pada wanita termarjinal melakukan kegiatan pemberdayaan untuk ibu-ibu petani jagung di Tambolaka. 

BHMTC dipercaya untuk melakukan peninjauan langsung sekaligus memberikan pelatihan selama 3 hari kepada ibu-ibu petani untuk mengolah hasil jagung maupun limbah jagung sehingga tidak hanya sebagai pakan ternak namun juga sebagai produk-produk yang dapat dikemas seperti tortilla, bubur jagung, serta kerajinan berbahan jagung maupun sisa dari tongkol jagung

Salah satu souvenir yang dihasilkan melalui kegiatan ini adalah pemanfaatan dan pengolahan jagung sebagai pengganti manik-manik untuk hiasan kalung.

Pengelolaan RKB BRI Yogyakarta sebagai Inkubator Bisnis BUMN

Kementerian BUMN, Bank BRI, The Joedo Center

Kementerian BUMN meluncurkan kegiatan Rumah Kreatif BUMN (RKB) di 514 Kabupaten/Kota di Indonesia. BRI sebagai salah satu BUMN yang berhubungan dengan UMKM ditunjuk menjadi leader dari kegiatan ini. 

Untuk mencapai hasil yang maksimal dan setelah melalui beberapa tahapan seleksi, akhirnya Bank BRI memutuskan untuk menunjuk The Joedo Center (TJC) bersama BHMTC sebagai pengelola RKB BRI Yogyakarta sekaligus menjadikan sebuah inkubasi bisnis percontohan. 

Dalam kurun waktu 6 bulan, RKB BRI Yogyakarta langsung menunjukkan progress yang signifikan melalui serangkaian program yang dibuat oleh BHMTC dan TJC. Program ini kemudian di apresiasi oleh Menteri BUMN dan menjadi acuan nasional bagi 514 RKB lainnya di Indonesia.

Perancangan Model dan Silabus BRI INCUBATOR

Bank Rakyat Indonesia, Mikti, Co & Co, Margonda Creative Space

Untuk memaksimalkan keberadaan RKB BRI yang tersebar di 55 kota di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia menggagas sebuah program Inkubasi yang terinspirasi dari RKB BRI YOGYAKARTA dimana dalam perjalanan 1 tahun berdiri, Pengelola RKB BRI melalui program inkubasinya berhasil membawa 25 UMKM yang awalnya beromset 500 juta menjadi 5,9 Milyar per tahun.

Program Perancangan Model dan Silabus BRI Inkubator melibatkan beberapa stake holder seperti MIKTI, Margonda Coworking Space, Co & Co, dan BHMTC. Ke depan diharapkan setiap RKB-RKB BRI lainnya dapat menjadi simpul untuk membuat UMKM bertumbuh dengan lebih baik. 

 

Pembekalan dan Pelatihan Kewirausahaan Warga Binaan Pemasyarakatan

KemenkumHAM, Jeera Foundation, Lapas Cipinang dan Lapas Pekalongan

JEERA FOUNDATION adalah sebuah organisasi pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang lahir dari dalam LAPAS KELAS 1 CIPINANG.

Kegiatan ini merupakan semacam inkubasi kepada para WBP untuk bisa menyesuaikan diri dengan dunia luar ketika telah menyelesaikan masa hukuman di LAPAS.

BHMTC atas rekomendasi CEO MakkiMakki Branding Consultant di tunjuk menjadi  salah satu fasilitator dan mentor untuk WBP.

Kegiatan yang diampu oleh BHMTC berlokasi di Lapas Kota Pekalongan dan Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta. 

TAHUN 2012 - 2016

Perancangan Sistem Rantai Pasok 100.000 Ton Kedelai di Jawa Tengah

LPDP, Fak. Teknologi Pertanian UGM

Isu impor kedelai khususnya NON GMO menjadi perhatian khusus dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Ketersediaan lahan yang cukup luas serta harga jual kedelai dibawah harga produksi membuat banyak petani kedelai meninggalkan kedelai dari lahan pertanian mereka. Berdasarkan hasil riset dari Tim Fakultas Teknologi Pertanian UGM, salah satu penyebab terbesarnya adalah dari sisi rantai pasok. 

BHMTC terlibat sebagai salah satu tim ahli untuk membangun sebuah rancang design  sistem pengendali ketersedian rantai pasok dari 100.000 ton kedelai di Jawa Tengah.

Alih Fungsi Tebing Breksi Sebagai Kunjungan Wisata Baru di Sleman

POKDARWIS Tebing Breksi

Tebing Breksi adalah salah satu primadona pariwisata di Yogyakarta khususnya Sleman. Awal tahun 2015, Ketua Kelompok Sadar Wisata Candi Ijo (saat itu) melakukan diskusi berkelanjutan terkait alih fungsi Tebing Breksi sebagai tempat penambangan alam menjadi tujuan wisata baru. 

Hasil diskusi membuahkan strategi untuk mengalihkan pendapatan penambang sementara waktu menjelang Tebing Breksi menjadi tujuan wisata melalui optimalisasi kegiatan Batik Jumputan. Saat ini tebing breksi dalam sebulan mampu menampung 10.000 pengunjung

Pendampingan Pengusaha Wanita Untuk Bisnis Retail (Program 5 By 20)

Coca-Cola, Yayasan Pro Indonesia

Kegiatan pemberdayaan bagi wanita yang bergerak di bidang retail. Kegiatan ini dilakukan di Bandung dan Yogyakarta. Pelaksanaan kegiatan yang berpusat di Yogyakarta dipercayakan kepada BHMTC. 

Kegiatan dihadiri oleh 170 UMKM dari 100 target saat pembukaan program. Dari 170 pendaftar, terseleksi 75 pelaku usaha dan dilakukan pendampingan selama 3 bulan.

Pemberdayaan Ekonomi di Sungai Penuh, Jambi

Bappeda Sungai Penuh, Bank Kerinci, Yayasan Pro Indonesia

Kegiatan ini dilakukan selama 8 bulan yang di pusatkan di Sungai Penuh, Kerinci, Jambi. Bekerjasama dengan Pemkab Sungai Penuh, Bank Kerinci dan Pro Indonesia, BHMTC melakukan pelatihan kepada 110 pelaku UMKM dan melakukan pendanaan modal usaha sebesar 1,4 M kepada peserta pelatihan. 

Dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan omset usaha di angka 42%, pendapatan profit 59% dan penambahan tenaga kerja di angka 7%.

Pelatihan UMKM di 11 Kabupaten/Kota Jateng DIY

Pertamina MOR IV

Pertamina melalui PKBL Pertamina MOR IV melakukan pemberdayaan untuk 1,600 UMKM se-Jawa Tengah dan DIY yang mengajukan pinjaman dan kredit melalui PKBL . 

Tersebar di 11 kota dan kabupaten, UMKM ini mendapatkan pelatihan dan konsultasi pendampingan usaha dari BHMTC pada tahun 2012 – 2013.