Biohadikesuma

Mesin Waktu RKJ Terbuka Ini Isinya

Tepat tanggal 28 Mei 2018, bertepatan dengan buka bersama Rumah Kreatif Jogja, Mesin waktu RKJ atau yang lebih dikenal dengan Time Capsule telah dibuka. Acara Pembukaan ini disaksikan oleh 65 orang yang terdiri dari pengelola dan UMKM binaan dan calon binaan Rumah Kreatif Jogja. Segel pertama sekali di buka oleh Anggota UMKM tertua RKJ yang berusia 63 tahun, Iswanto, pemilik usaha sepatu dengan brand Oriniki

Pembukaan Program Time capsule yang di gagas oleh Bio Hadikesuma Management Training & Consulting satu tahun lalu berjalan dengan meriah. “Dari 35 Peserta time capsule tahun lalu, hanya 7 orang yang masih bertahan (2 orang dari 1 brand yang sama) dan malam ini kita semua akan menjadi saksi bukti dari komitmen mereka yang masih bersama RKJ dan kita akan melihat hasilnya seperti apa” kata Bio Hadikesuma, Program Director Rumah Kreatif Jogja.

Acara dimulai dengan pembukaan segel dan dilanjutkan dengan pembacaan isi time capsule dari peserta yang tersisa. Hampir semua peserta lupa dengan isi time capsule dan ketika pembacaan dilakukan berikut hasilnya :

  1. Iswanto, Progress Oriniki dalam mencapai target yang di tulis setahun lalu sebesar 300%
  2. Susi Harini, Progress AADS dalam mencapai target yang di tulis setahun lalu sebesar 70%
  3. Ery Seprizal, Progress Namu dalam mencapai target yang di tulis setahun lalu sebesar 1.000%
  4. Adrian Leo, Progress Local Box dalam mencapai target yang di tulis setahun lalu sebesar 60%
  5. Wahyunani, Progress Rose Pudding dalam mencapai target yang di tulis setahun lalu sebesar 80%
  6. Munir, Progress DAB Creative dalam mencapai target yang di tulis setahun lalu sebesar 40%

“Pencapaian yang sudah di  capai oleh teman-teman tadi, adalah bukti komitmen mereka bersama RKJ. Kami tidak memberikan janji, kami memberikan pendampingan dan teman-teman bisa dengar sendiri dari hasil pembacaan tersebut. Kedepan, kami harap, kita tetap bisa bertemu kembali saat time capsule 2018 di buka” Kata Hanitianto Joedo, selaku Direktur Rumah Kreatif Jogja setelah masing-masing peserta Time Capsule 2017 membacakan impian tahun lalu dan hasilnya di tahun ini.

Kegiatan buka bersama ini semakin meriah ketika diakhiri dengan pembuatan time capsule dari UMKM Anggota dan Calon Anggota Rumah Kreatif Jogja periode 2018 yang dimasukkan dalam sebuah bola dan di segel dengan tanda tangan seluruh peserta.

“Ini luar biasa, awalnya tidak percaya, tapi setelah bertanya langsung ke peserta, ini jelas bukan rekayasa dan saya belum pernah melihat program seperti ini sebelumnya, semoga tahun depan, saya bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari apa yang saya tulis”, ujar Hermana, pemilik Hermana Foot Wear, calon Anggota Rumah Kreatif Jogja.

Dont Kill Your Business At Sunmor

Tulisan ini sudah lama harusnya saya selesaikan, namun sehubungan dengan tanggung jawab membina, mendampingi UMKM baik untuk lokal dari beberapa BUMN, Pemerintah Provinsi maupun dari beberapa Kementrian, membuat saya harus menunda apa yang sudah cukup lama mengganjal di pikiran ini. Semoga tulisan kali ini bisa bermanfaat untuk para pelaku bisnis di Indonesia, terutama UMKM.

Untuk kota-kota pelajar di Indonesia, saya yakin di setiap akhir pekan tidak jauh dari kampus, ada pasar mingguan yang kalau di jogja di kenal dengan Sunmor singkatan dari Sunday Morning. Banyak para pelaku usaha baru yang memanfaatkan pasar ini sebagai ajang untuk belajar memasarkan dan memperkenalkan produk ke calon pembeli. Sayangnya, beberapa kali saya menemukan para pelaku usaha yang datang untuk berkonsultasi dan memasarkan produknya di sunmor, mendadak menutup bisnisnya beberapa bulan kemudian, apa yang salah ? Anda yang salah !

Banyak dari kita para pelaku bisnis, terutama saya di awal berbisnis yang lalu mengidap penyakit “latah”. Ketidaktahuan akan kondisi di dalam bisnis membuat ide-ide kita secara mudah kita berikan kepada kompetitor. Sebut saja salah satu pebisnis dari Riau yang saya dampingi. Masuk ke sunmor dengan ide menjual bubur jagung. Awalnya hanya sedikit yang mau membeli mengingat bubur jagung belum menjadi makanan seksi saat itu. Seiring berjalannya waktu, ketika usaha menjadi ramai, di beberapa lokasi yang tidak jauh, mulai terbentuk gerai-gerai yang menjual produk sama. Akhirnya persaingan pun dimulai, siapa yang kuat, dia yang bertahan. Tekanan persaingan dari sisi harga akhirnya muncul, pelaku usaha yang saya bina ini pun mengganti usahanya dari Bubur Jagung menjadi Es Krim Pot. Hasilnya sama, latahnya pelaku bisnis membuat bisnis ini tutup dalam waktu beberapa bulan. So, bagaimana kita mensikapinya.

Sebenarnya sih simple saja, seperti yang selama ini saya sampaikan di 7 buku yang sudah saya tulis maupun di kelas konsultasi dan seminar umum yang diadakan, pesan untuk mempelajari market selalu menjadi pesan utama yang tidak bisa di hiraukan setiap pelaku usaha. Banyak dari para pelaku usaha, memulai usaha dari idealisme dan bukan dari kebutuhan pasar. Hasilnya adalah mereka kesulitan harus berjualan dimana sehingga semua tempat dan kesempatan selalu di coba. Hal yang terlupakan dari itu semua adalah adanya mata-mata jahat yang mencuri ide kita. Ketika usaha semakin berkembang, maka muncullah pesaing baru dan kalau mereka punya konsep yang lebih matang, habislah sudah.

Beberapa pebisnis lain di Rumah Kreatif Jogja yang memiliki produk dengan market kelas menengah atas pun beberapa ada yang ingin melakukan hal yang sama, mengenalkan produknya ke sunmor. Salah kah ? pastinya begitu, kenapa ? karena sunmor, di kunjungi oleh banyak kalangan dan mayoritas transaksi yang terjadi (selain untuk makanan) pastinya untuk produk-produk yang menyasar kepada market kelas menengah bawah dimana harga menjadi indikator dalam memilih produk.

So, apa yang harus kita lakukan ? saran saya, kenali dengan baik market di bisnis kita. Jangan sampai menjual produk bukan di tempat yang di huni oleh pangsa pasar kita. Analogi yang masuk akal dari salah satu pebisnis yang pernah saya temui mungkin bisa menjadi patokan kita, jangan pernah jualan minuman beralkohol di sekitar pesantren. Begitu juga dengan sunmor, dimana harga murah, barang imitasi menjadi  sasaran empuk para pebisnis. Jangan menghancurkan nilai produk anda di tempat seperti ini. Tidak pernah Tas asli LV di jual di swalayan, kalaupun ada, pasti tidak akan ada orang yang mau membeli dengan harga yang cukup tinggi. Jawabnya sederhana, karena swalayan bukan jalur distribusi untuk mencapai market yang dituju.

So, bagaimana dengan bisnis kita ? siapa pangsa pasar kita, bagaimana psikologi mereka dan apa jalur distribusi yang biasa di pilih oleh mereka ?

 

Belajar Bisnis Dari Mesin Waktu

Entah kali ke berapa, saya menerapkan permainan ini, dan selalu saja hasilnya menakjubkan dan selalu ada pelajaran baru yang di dapatkan. Sebagaimana yang sudah di ketahui oleh follower Instagram saya, di bulan Ramadhan ini, salah satu program andalan Bio Hadikesuma Management Training & Consulting yang di aplikasikan ke UMKM di Rumah Kreatif Jogja, program yang saya beri nama time capsule, telah di buka.

Sepanjang saya menjadi praktisi dunia pikiran sejak 2007 lalu, tidak ada satupun hasil dari time capsule yang mengecewakan. Apa itu time capsule ? Time capsule adalah sebuah program “Mesin Waktu” yang saya adopsi dari beberapa penelitian ahli alam bawah sadar di dunia. Program ini semacam permainan yang biasa saja bagi sebagian orang, tapi tidak bagi The Dreamers (orang-orang yang percaya pada mimpi).

Permainan Time Capsule adalah sebuah permainan dimana para peserta di minta membuat impian yang ingin di capai dalam 1 tahun kedepan. Idealnya dibuat untuk 5 tahun, tergantung pada kesepakatan saat permainan di mulai. Seluruh peserta diminta untuk menuliskan impiannya dan tulisan ini di simpan dalam sebuah tempat yang di segel dan baru akan di buka sesuai kesepakatan bersama.

Rumah Kreatif Jogja, di bulan MEI 2018 ini telah melakukan pembukaan “Mesin Waktu”. Satu tahun lalu, saya mengajak 35 orang UMKM binaan di Rumah Kreatif Jogja untuk ikut serta dalam permainan ini. Hanya 7 orang yang akhirnya masih terus ikut dalam pendampingan bisnis bersama saya hingga 2018. Hasil yang dicapai pun sungguh mencengangkan. Sebut saja Munir, Owner dari DAB Creative, sebuah usaha yang bergerak di bidang Design Multimedia, progres mencapai impian dari tulisan tahun lalu sebesar 40%. Adrian Leo, Owner dari sebuah usaha yang bergerak dalam bidang distribusi makanan dengan brand Local Box, mencapai impian dari tulisannya di tahun lalu sebesar 60%, Susi Harini, Owner dari AADS yang membuat Tempe dan Tepung mendoan, mencapai angka 70% dan disusul oleh Wahyunani, owner dari Rose Pudding, binaan RKJ yang bergerak di bidang pembuatan pudding dengan rasa dan ornamen buah, mencapai target sebesar 80% dari apa yang di tulis tahun lalu.

Hal yang tidak kalah mencengangkan adalah dari Binaan tertua RKJ, pria berusia 63 tahun, owner dari Oriniki, sebuah usaha yang bergerak di bidang pembuatan sepatu, mencapai target lebih dari apa yang di tulis dengan pencapaian 300%. Masih segar di ingatan saya, pria paruh baya ini saat awal bertemu masih menggunakan handphone poliphonik dan sehari setelah ketemu saya, mengganti handphone dengan smartphone dan baru bisa mengoperasikan whatsapp 3 bulan kemudian. Keinginannya untuk belajar dan membuang istilah “saya sudah tua” menjadi bukti bahwa keinginan dan komitme yang kuat akan membuat kita maju dan berkembang.

Satu lagi, yang sangat mencengangkan, sepasang suami istri, Ery dan Dira owner dari Namu Craft, sebuah usaha yang bergerak dalam optimalisasi limbah, mencapai target melebihi yang diharapkan, yakni sebesar 1.000% atau setara dengan 10x lipat.

Tidak ada satupun peserta yang ingat akan tulisannya dan baru tersadar ketika “Mesin Waktu” di buka. Pelajaran penting yang bisa di ambil adalah, biasakan hidup menggunakan target dan jangan pernah ragu menuliskan impian hidup. Kita tidak pernah tahu kapan impian itu bisa tercapai, yang kita tahu hanyalah bahwa alam bawah sadar akan menyimpan apapun keinginan dan target yang kita tulis dan cepat atau lambat, alam bawah sadar akan mengarahkan kita kepada apa yang sudah kita programkan.

Untuk teman-teman yang ingin memulai bermain “time capsule”, ini tips dari saya :

  1. Ambil sebuah kertas/buku
  2. Tuliskan Minimal 5 Impian untuk 1 sampe 5 tahun ke depan
  3. Pastikan impian tersebut menggunakan konsep SMART (Spesifik, Measureable, Achieveable, Realistic dan Time Based)
  4. Simpan, dan beri segel (kunci)
  5. Kemudian simpan di sebuah tempat dan jangan pernah di pegang atau di ganggu
  6. Nyalakan reminder di handphone untuk 1 tahun ke depan
  7. Jika sudah waktunya, buka lah
  8. Baca tulisan yang dulu pernah di buat dan ukur progressnya sudah berapa persen

Saya Bio Hadikesuma, terima kasih atas atensi teman-teman dalam membaca tulisan ini. Untuk diskusi lanjut, terkait bisnis dan alam bawah sadar, silahkan berkunjung ke Rumah Kreatif Jogja atau DM melalui IG Bio Hadikesuma

Alam Bawah Sadar, selalu Merekam !

Mesin Waktu RKJ Akan Di Buka Tahun Ini

Apa yang akan terlintas pertama sekali saat mendengar istilah Time Capsule ? Apakah sebuah mesin antar dimensi yang akan membawa kita kembali ke masa lalu ataupun masa depan, seperti di film-film bergenre scifi? Apa jadinya kalau mesin ini digunakan oleh pelaku usaha, apakah setiap dari mereka akan menjadi pelaku sukses atau malah sebaliknya ?

Itulah salah satu tema pembahasan saat kegiatan buka bersama antara Pengelola RKJ dan para pengajar untuk UMKM yang terlibat di RKJ di salah satu hotel yang terletak di daerah Dagen Yogyakarta, Senin 21 Mei 2018. Dalam kesempatan ini Bio Hadikesuma selaku Direktur Program Rumah Kreatif Jogja (RKJ) menyampaikan bahwa time capsule adalah program tahunan yang dimiliki RKJ yang dilakukan dan di buka hanya di bulan Ramadhan.

Time capsule itu berisi impian dan keinginan dari teman-teman UMKM RKJ di tahun 2017 lalu yang sudah disegel dan di tahun 2018 ini akan kami buka. Untuk capsule yang dibuat oleh UMKM dan statusnya tidak lagi menjadi anggota di RKJ, kami akan mengirimkan pesan ke ponsel mereka untuk menginformasikan adanya kegiatan pembukaan time capsule sekaligus konfirmasi apakah diizinkan untuk capsulenya dibuka atau tidak oleh pengelola RKJ agar kemudian bisa di foto dan dikirimkan ke mereka” kata Bio Hadikesuma

Hanitianto Joedo selaku Direktur Utama RKJ juga menambahkan, “untuk UMKM di angkatan 2018, kami juga akan mengajak mereka untuk ikut dalam permainan tahunan ini. Setidaknya teman-teman UMKM tahun ini  bisa melihat korelasi antara harapan saat masuk RKJ dan hasil yang terjadi di angkatan sebelumnya”

Program tahunan yang di gagas oleh Bio Hadikesuma ini merupakan salah satu cara untuk menanamkan kebiasaan menuliskan target kepada rekan-rekan UMKM sehingga dengan demikian dapat berdampak pada bisnisnya.

“Sepanjang pengalaman saya mendalami dunia bisnis dan mind therapist, rata-rata orang yang menuliskan impian akan mendapatkannya dalam kurun waktu 1-5 tahun, dan minimal akan sama dengan apa yang mereka tuliskan. Itu fakta karena permainan ini adalah permainan alam bawah sadar, dan kalo bicara soal teknis, UMKM udah jago, tinggal kita arahkan mindset dan attitudenya melalui program seperti ini”, kata Bio Hadikesuma.

Penasaran seperti apa Time Capsule ini ? Pastikan hadir dalam acara buka bersama yang diadakan oleh Rumah Kreatif Jogja untuk sesama anggota dan calon anggota RKJ di tanggal 28 Mei 2018